Uswah's KONIVERS (Konferensi Aktivis Pelajar Se-Surabaya) : "Gerakan dan Gebrakan Arek-Arek Suroboyo untuk Mewujudkan Pergaulan Sehat Pemuda di Masyarakat"
Oleh: Raihan Fadhillah (Ketua Departemen Kaderisasi OSIS)
Akhir-akhir ini, permasalahan dan problematika Pemuda-Pemudi di Indonesia sedang marak menjurus pada keburukan dan sisi negatif yang luar biasa menyorot pandangan publik tentang nasib generasi pemuda Indonesia di tengah revolusi 5.0. Kekhawatiran itu juga dirasakan oleh Para Penggerak Organisasi OSIS SMAIT Al-Uswah Surabaya. Menilik dari beberapa kasus mulai dari meningkatnya permintaan surat dispensasi nikah, tingginya angka bullying berujung kematian di institusi pendidikan hingga penganiayaan yang melibatkan pemuda di institusi pemerintahan semakin menguatkan niat Kami untuk mempelopori gerakan yang memastikan dan menyatukan suara serta komitmen untuk menjaga Surabaya dari huru-hara degradasi moral yang marak terjadi di Indonesia.
Alhamdulillah pada Sabtu, 26 Februari 2023 dengan segala usaha, dukungan, serta kerjasama dari banyak pihak, OSIS SMAIT Al-Uswah Surabaya berhasil menyelenggarakan agenda Akbar Konferensi Aktivis Pelajar Se-Surabaya (KONIVERS) di Aula UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jl. Jagir Sidoresmo V, Kota Surabaya.
Dengan mengangkat tema “Gerakan Arek-arek Suroboyo Peduli dan Siap Wujudkan Pergaulan Sehat di Masyarakat”, OSIS SMAIT Al-Uswah mengundang sekitar 11 SMA yang ada di Surabaya untuk duduk bersama dan berdiskusi terkait aksi nyata dan penyatuan komitmen gerakan pemuda dalam menanggapi permasalahan yang ada, 11 sekolah tersebut meliputi SMAN 20, SMAN 4, SMAN 3, SMAI Al-Hikmah, SMA Muhammadiyah 2, SMA Unggulan Ammanatul Ummah, SMA Muhammadiyah 10, MAN Surabaya, SMA Shafta, SMAN 5, dan SMAN 16.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Sekolah SMAIT Al Uswah Surabaya, Ustadz Ariswara Wiranagara, S.Pd dan sambutan Ketua Pelaksana, Fachita Rania Nasywa (Wakil Ketua OSIS Putri) juga sambutan oleh Ketua OSIS Putra Putri, Muhammad Elmiro Ardhito dan Annisa Intan Imaniah. Acara dilanjutkan dengan serangkaian materi yang disampaikan langsung oleh Ustadz Ariswara Wiranagara, S.Pd; Ustadz Moch. Edris Effendi, S.T (Ketua JSIT Jawa Timur) dan Bunda Sinta Yudisia (Ahli Psikologi dan Penulis). Tentunya di sela-sela materi yang berbobot secara fundamental dan pemikiran diatas, panitia juga menyiapkan ice breaking berupa games menarik untuk mencairkan pikiran peserta sebelum diskusi.
Agenda diskusi dimulai pukul 11.00 WIB dengan pembagian komisi yang dialihkan menjadi 4 komisi dengan masing-masing perwakilan sekolah di setiap komisi yang telah diacak. Panitia konferensi menghadirkan 2 studi kasus tentang dispensasi nikah muda dan kasus bullying yang terjadi di Surabaya. Pendamping komisi ditunjuk dari SMAIT Al Uswah Surbaya untuk memantik dan memandu jalannya diskusi pemuda sebagai bagian terpenting acara ini, tujuan utama diskusi ini adalah untuk mendengar pendapat dan pandangan dari beragam latar belakang pemuda di sekolah yang ada di Surabaya dan menarik konklusi serta menyusun rancangan aksi nyata yang proposalnya akan diserahkan kepada pemerintah kota Surabaya sebagai ikhtiar pelajar dalam mewujudkan pergaulan sehat di masyarakat Surabaya.
“Acara uswah konivers kemarin keren banget sih! Terutama pembicaranya wow keren-keren banget, awalnya aku kira bakal monoton gitu karena rundownnya padet banget tuh ya dari jam 7-3 sore cuman ga monoton sama sekali sih.. keren banget al uswah… panitia nya juga ramah sekali.. tahun depan harus ada lagi sih!“, ucap Challista perwakilan dari SMAI Al Hikmah Surabaya.
Acara ditutup dengan talkshow bersama Kak Imran Ibnu Fajri, S.T, M.T serta penandatanganan piagam Arek-arek Suroboyo sebagai bentuk pengesahan komitmen bersama dan pembacaan konklusi diskusi dari setiap komisi. Sebagai bentuk terima kasih atas kesediaan perwakilan sekolah dalam acara ini, panitia konferensi menyerahkan piagam untuk masing-masing sekolah sebagai bukti dari kerjasama dan sinergi SMAIT Al Uswah Surabaya yang menjadi pelopor gerakan dengan sekolah lain di Surabaya. InsyaAllah hasil diskusi dan rancangan aksi nyata yang menjadi output dari kegiatan ini dapat menjadi bukti kesungguhan aktivis pelajar di Surabaya tentang upaya mewujudkan pergaulan sehat di masyarakat Surabaya ditengah maraknya degradasi moral yang menggerogoti revolusi 5.0. Semoga gerakan ini menjadi langkah visioner yang bisa diikuti oleh sekolah lain untuk mewujudkan generasi pemuda Surabaya yang berkualitas, bermoral dengan karakter yang terlatih secara pemikiran dan kedewasaan dalam menghadapi problematika pemuda di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Surabaya.