Lompat ke konten

SMAIT AL USWAH

           Semenjak WHO mengumumkan status pandemi COVID-19 pada tanggal 11 Maret 2020, semua kementerian membatasi kegiatannya termasuk kegiatan tatap muka di sekolah. Kemendikbud mulai bulan Maret yang lalu mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah dan meniadakan pembelajaran tatap muka untuk membatasi penyebaran virus COVID-19 di kalangan pendidikan.

            Hampir dua tahun seluruh siswa dan ustadz/ustadzah menjalani pembelajaran secara online. Berbagai upaya juga dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran supaya bisa berjalan dengan lancar. Berawal dari belum mengenalnya berbagai platform pembelajaran menjadi bisa dan mahir dalam menggunakan berbagai platform pembelajaran seperti zoom meeting, quiziz, kahoot, canva, dan lain sebagainya. Hal tersebut juga salah satu upaya yang dilakukan oleh pusdiklat Al Uswah dalam meningkatkan kapasitas seluruh pegawainya.

             Boleh dibilang, kita semua sudah merasa dalam zona nyaman selama menjalani pembelajaran jarak jauh secara online ini. Namun, berdasarkan Nota Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor: 420/5137/101.1/2021 tertanggal 27 Agustus 2021 tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk SMA/SMK/SLB (Negeri dan Swasta), maka sekolah bergegas untuk menyusun strategi dalam mengupayakan PTM Terbatas dengan sistem hybrid learning.

            Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam (Enggar Harususilo dalam Kompas.com). Alhamdulillah sejak hari Rabu, 15 September 2021 SMAIT Al Uswah Surabaya telah melaksanakan hybrid learning. Dengan dukungan dan kerja keras pihak sarana prasarana sekolah dan seluruh ustadz/ustadzah, Alhamdulillah hybrid learning di SMAIT Al Uswah berlangsung sukses.

             Untuk mendukung pelaksanaan PTM, sekolah juga membentuk tim satgas COVID-19 dari civitas tenaga kependidikan dan siswa. Adapun siswa yang hadir di sekolah terjadwal dua kali dalam sepekan. Dan tiap kelasnya hanya terdapat 25% dari jumlah siswa tiap kelas.