“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.” — Ir. Soekarno. Hari Rabu 10 November 2021, Kesiswaan SMAIT Al Uswah Surabaya menggelar Peringatan Hari Pahlawan bersama sebagian besar civitas akademika melalui platform Zoom. Kegiatan dimulai pukul 07.05 dengan tilawah yang dibawakan ananda Muhammad Imam Shobirin (X IPA 3) dan Dzaky Hilmy Haidar (X IPS).
Daging dari kegiatan sederhana ini adalah nasehat dari Ustadz Wildan Taufiqurrahman, S.Hum (Guru Sejarah Indonesia). Dalam taujih singkat tersebut beliau mengingatkan kita semua tentang perjuangan dan pengorbanan bangsa Indonesia melawan penjajah di momen 10 November 1945. Momen tersebut melibatkan tiga elemen penting, yaitu kalangan ulama yang digawangi K.H Hasyim Asy’ari (pencetus Revolusi Jihad), kalangan tokoh pergerakan dan pemerintahan yang diwakili oleh Bung Tomo dan Gubernur Suryo, serta kalangan muda yang dipelopori para santri dan arek-arek Suroboyo. Sejenak, kita seolah diingatkan bahwa negeri ini adalah milik pribumi, yang diperjuangkan habis-habisan oleh sebagian besar muslim. Namun justru hari ini kita (masih) belum lepas dari bayang-bayang penjajahan yang tersembunyi di balik gaungan jargon-jargon kemerdekaan. Wallahu a’lam bish-shawab.
Sebelum diakhiri, Kepala Sekolah memberikan bingkisan sebagai ucapan terima kasih kepada Pahlawan Kebersihan di SMAIT Al Uswah Surabaya yang dedikatif menjalankan amanahnya selama ini, pak Toridi dan pak Luthfi. Kegiatan bertema Pahlawanku Inspirasiku ini pun usai pada pukul 07.42 WIB. Menyisakan banyak pesan moral kepada para siswa dan guru tentang betapa pentingnya mengapresiasi para ‘pahlawan’ di sekitar kita.
“Andai tak ada takbir, saya tidak tahu dengan cara apa membakar semangat para pemuda untuk melawan penjajah” — Bung Tomo.