Penulis : Taufiqur Rohman, S.Pd., Gr
Alhamdulillah agenda parenting kelas XI berjalan dengan lancar pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 di Hall SMAIT Al Uswah Surabaya. Selain mensosialisasikan program kelas XI, kali ini kami juga menghadirkan Dr. S. Khorriyatul Khotimah, M.Psi., Psikolog sebagai pemateri parenting dengan mengusung tema “Pola Asuh Suportif Untuk Pemuda Tangguh”.
Pengasuhan supportif adalah cara kita mendidik anak dengan dasar bahwa anak adalah amanah. Tugas kita bukan hanya membesarkan, tapi juga memelihara mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan selamat dunia akhirat.
Inti dari pengasuhan ini ada 3:
1) kehangatan emosional,
2) komunikasi terbuka, dan
3) pemberian ruang untuk mandiri dengan tetap ada arahan.
Orang tua perlu menunjukkan kasih sayang lewat hal sederhana: menyapa dengan hangat, menatap mata saat bicara, mengapresiasi usaha anak, memberi pelukan, dan menghindari label negatif.
Ketika anak merasa diterima, mereka akan lebih berani terbuka dan percaya diri.
Ada 2 keterampilan penting yang bisa kita latih.
Pertama, “Mendengar dengan Hati” menggunakan prinsip 3M:
1. Mendengarkan dengan perhatian penuh.
2. Memahami perasaan dan pikiran anak, lalu
3. Merespon dengan dukungan dan arahan.
Jangan buru-buru menasihati saat anak curhat.
Kedua, menggunakan pertanyaan reflektif daripada langsung memerintah.
Cara ini melatih anak berpikir, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Tujuan akhirnya adalah menumbuhkan resiliensi. Saat anak gagal ujian, kita ajak evaluasi. Saat bertengkar dengan teman, kita dampingi cari solusi. Dengan begitu anak belajar pantang menyerah, bisa mengatur emosi, dan punya kepercayaan diri. Singkatnya: Dengar dulu, Pahami dulu, Baru Tuntun.
Karena anak yang merasa didengar dan dipahami, akan lebih mudah kita tuntun menjadi pemuda yang tangguh.
Semoga orang tua dan guru dapat mendampingi tumbuh kembang ananda dengan maksimal demi ketercapaian sukses di masa depan.
