Penulis : Fendi Putraasa Prilana, S.Hum
Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah, SMAIT Al Uswah Surabaya menyelenggarakan kegiatan MPS (Motivasi Pasca Sekolah) 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 07.00-12.00 WIB di lingkungan SMAIT Al Uswah Surabaya. Mengusung tema “D’Sparsvetion: Spark The Future!”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII angkatan 14 SMA IT Al Uswah Surabaya, sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus pengembangan perencanaan masa depan.
Kegiatan MPS merupakan salah satu program pembinaan yang dirancang untuk membantu peserta didik mempersiapkan diri menghadapi fase baru setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri, memperluas wawasan mengenai dunia perkuliahan dan karier, serta menumbuhkan kesiapan mental, emosional, dan spiritual dalam menentukan langkah hidup selanjutnya.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan semakin beragamnya pilihan karier, peserta didik dituntut memiliki kemampuan merencanakan masa depan sejak dini. Oleh karena itu, SMAIT Al Uswah Surabaya berkomitmen menghadirkan kegiatan yang mampu menginspirasi sekaligus membimbing peserta didik agar mampu mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan potensi, minat, serta nilai-nilai Islam yang menjadi pedoman hidup.
Acara berlangsung dengan penuh antusiasme. Sejak awal kegiatan, peserta mengikuti setiap sesi dengan semangat, aktif berdiskusi, serta terlibat dalam berbagai aktivitas refleksi yang mendorong mereka berpikir lebih dalam mengenai cita-cita dan tujuan hidup. Suasana yang hangat dan interaktif menjadikan kegiatan ini tidak sekadar seminar, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman, motivasi, dan inspirasi.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber y yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya masing-masing.
Narasumber pertama adalah Dr. Candra Damayanti, Sp.OG, Dokter Spesialis Kandungan sekaligus Owner RSIA Cempaka Putih Surabaya. Dalam pemaparannya, beliau menceritakan perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk menjadi seorang dokter, mulai dari perjuangan selama masa pendidikan hingga tantangan dalam membangun karier profesional. Beliau mengajak peserta didik untuk tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita serta senantiasa melibatkan Allah SWT dalam setiap proses yang dijalani.
Beliau juga mengingatkan bahwa tujuan utama dalam menuntut ilmu bukanlah sekadar memperoleh kesuksesan duniawi, melainkan mencari keberkahan hidup.
“Menjadi dokter bukanlah sekadar mengejar materi duniawi, tetapi lebih kepada mengejar berkah dari Allah. Jika kita hanya mengejar materi, akhirat belum tentu kita dapatkan. Namun jika kita mengejar keberkahan Allah, insya Allah kita akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Ini berlaku untuk semua profesi, tidak hanya dokter.”
Pesan tersebut memberikan perspektif baru kepada peserta didik bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari profesi atau penghasilan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada sesama serta nilai ibadah yang menyertainya.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Arik Puji Astuti, S.Psi, Guru Bimbingan Konseling SMAIT Al Uswah Surabaya. Dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja, beliau mengajak peserta didik untuk mengenali karakter, minat, dan bakat yang dimiliki sebagai dasar dalam menentukan pilihan studi maupun karier.
Dalam sesi ini, peserta juga diajak memahami bahwa setiap individu memiliki potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, memilih masa depan bukanlah tentang mengikuti pilihan orang lain, melainkan menemukan jalan yang paling sesuai dengan kemampuan, passion, serta tujuan hidup masing-masing. Berbagai contoh kasus dan diskusi interaktif membuat peserta semakin memahami pentingnya menyusun perencanaan hidup yang realistis namun tetap memiliki target yang tinggi.
Melalui kedua sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menyusun rencana, menentukan target pendidikan lanjutan, membangun karakter yang tangguh, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, serta menjaga nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam setiap keputusan kehidupan. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membekali peserta dengan langkah-langkah praktis untuk mulai merancang masa depan mereka sejak sekarang.
Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah diterima, peserta kemudian mengikuti sesi refleksi dan penyusunan rencana masa depan. Dalam kegiatan ini, setiap peserta didik diminta menuliskan cita-cita yang ingin dicapai, target pendidikan setelah lulus, serta langkah-langkah konkret yang akan dilakukan selama menjalani tahun terakhir di SMA. Melalui aktivitas tersebut, peserta belajar bahwa impian yang besar harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, usaha yang konsisten, serta doa yang tidak pernah putus.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengevaluasi diri, memperkuat komitmen dalam belajar, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan datang. Dengan bekal motivasi dan arahan dari para narasumber, diharapkan setiap peserta mampu melangkah dengan lebih percaya diri menuju masa depan yang telah mereka impikan.
Melalui penyelenggaraan Motivasi Pasca Sekolah (MPS) 2026, SMAIT Al Uswah Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, kepemimpinan yang kuat, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan di era global.
Sejalan dengan tema “Spark The Future!”, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik kelas XII untuk terus belajar, berikhtiar, dan berdoa dalam menggapai cita-cita. Sebab masa depan yang gemilang bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari perencanaan yang baik, usaha yang sungguh-sungguh, serta keyakinan bahwa setiap langkah yang ditempuh dengan niat karena Allah akan membawa keberkahan dunia dan akhirat.
